Idealisme Orang Tua Versus Kemampuan Anak

Idealisme Orang Tua Versus Kemampuan Anak

Seorang anak lebih tahu kekuatan fisik dan kemampuannya, tetapi kadangkala perasaan orang tua lebih didasari oleh rasa belas kasih sehingga mereka selalu melarang anaknya untuk melakukan suatu kegiatan padahal sang anak sangat minat dan mampu melakukannya.
Di sinilah orang tua harus memberi kesempatan kepada sang anak untuk mencobanya. Selama mereka bertanggung jawab terhadap risiko yang ditimbulkannya maka orang tua berhak memberikan kesempatan itu.  Misalnya sang anak ingin mengikuti suatu kegiatan ekstrakurikuler yang sangat membutuhkan energi dan stamina yang banyak, terlebih kegiatan tersebut menyita waktu, pada situasi inilah orang tua dituntut lebih bijak untuk mengomunikasikannya dengan sang anak. Lebih mengedepankan dan membiasakan dialog sejak dini adalah awal yang sangat baik hubungan antara anak dan orang tua. Contohnya saja sang anak diperbolehkan ikut ekstrakurikuler, tetapi sang anak harus komitmen dengan manajemen waktu antara belajar dan berkegiatan ekstrakurikuler tersebut. Bahkan, sang anak sudah diajak memperhitungkan untung ruginya sehingga dalam keadaan terpuruk sekalipun, misalnya saja jatuh sakit karena kondisi fisik yang drop, sang anak sudah bisa menghadapinya dengan penuh rasa tanggung jawab.
Dengan demikian, sang anak akan belajar mengasah kecerdasannya dalam mengatasi masalah hidup, berani mengambil keputusan, belajar sportivitas, dan komitmen.
Ternyata sering kali perkiraan orang tua berbalik 180 derajat. Energi dan minat sang anak yang berlebihan dan di luar estimasi orang tua inilah yang kemudian seringkali mengantarkan sang anak kepada keberhasilan.
Cukup bisa dijadikan pegangan hidup suatu peribahasa Arab yang mengatakan, “Seorang anak dengan kekosongan waktu dan harta adalah kerusakan.”
Terlebih ancaman kekosongan waktu dan risikonya sudah tidak terkendali baik dari pengaruh kenakalan remaja maupun dunia maya.
Mari kita selamatkan keluarga kita dari kerusakan tersebut.

Sangatta,2 Oktober 2017.

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 SMP YPPSB. All Rights Reserved | Website powered by Jogja Web Center