Musik Saat Belajar

17 Apr 2017

Mendengarkan musik merupakan salah satu cara untuk merubah suasana hati karena musik telah menjadi bagian yang tak terlepaskan oleh kehidupan kita. Bagi pelajar mendegarkan musik adalah cara untuk meningkatkan focus mereka saat belajar. Tapi ada juga yang menganggap mendengarkan musik saat belajar dapat mengganggu fokus kita. Alasan tersebut dapat diterima karena musik seperti musik rock dapat mengganggu konsentrasi kita. Musik klasik atau berirama lembut cocok untuk sarana meningkat kan fokus kita saat kita belajar di luar ruangan supaya menimbulkan suasana hening.

Dr.Teresa Lesiuk melakukan penelitian tentang pengaruh musik terhadap pekerjaan yang menghasilkan responden yang bekerja sambil mendengakan musik dapat menyelesaikan tugasnya lebih cepat serta menghasilkan ide ide baik dibanding responden yang tidak mendengarkan musik. “Saat kita stress, keputusan yang diambil cenderung tergesa-gesa karena faktor penrhatian kita terpecah. Sebaliknya saat mood kita positif, kita bisa memikirkan banyak alternatif,” kata Lesiuk

Dipenelitian lain mengungkapkan belajar sambil mendengarkan musik dapat meningkatkan efektivitas belajar, seperti penelitian yang dilakukan Psikolog Klinis Dr. Emma Gray bersama perusahaan layanan musik digital, Sporty yang meneliti pengaruh musik pada pelajar-pelajar saat belajar.

Dalam penelitian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik yang dapat menimbulkan emosi positif serta menambah kemampuan artistik. Selain itu, membaca sambil mendengarkan musik merupakan kegiatan multitasking. Dengan melakukan dua hal berbeda secara bersamaan melatih otak untuk berkonsentrasi terhadap hal-hal yang memiliki fokus yang berbeda.

Dengan manfaat yang ada maka tak ada salahnya belajar sambil mendengarkan musik walau musik klasik atau tanpa vokal yang ideal. Jika tidak ingin mengganggu teman ada,gunakan earphone tapi gunakan volume yang sedang untuk menjaga pendengaran anda baik karena volume yang terlalu keras dapat berdampak buruk seperti gangguan pendengaran anda.penelitian yang dilakukan National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. Disebutkan bahwa suara keras sampai 85 desibel dapat menyebabkan kerusakan pendengaran secara permanen. jika anda sering memutar lagu dengan volume keras, kurangi volumenya karena 100 desibel dapat memecahkan gendang telinga anda.