Masa Orientasi dan Pelantikan PMR 

29 Oct 2017Uncategorized

PMR merupakan wadah penguatan karakter remaja dalam memupuk sikap kepedulian mereka kepada sesama dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, SMP YPPSB tetap memfasilitasi dengan sokongan morel maupun material, diantaranya yaitu dilaksanakan kegiatan rutin “Masa Orientasi dan Pelantikan PMR.”

Kegiatan ini bertempat di SMP YPPSB diikuti oleh 39 peserta dan didampingi oleh 5 orang guru, yaitu Ibu Fifin, Bapak Deny, Bapak Anmar Agian, Bapak Viktor Satu, dan Bapak Arief Widiyanto. Kegiatan ini terlaksana dengan baik berkat kerja sama dengan PMI Kabupaten Kutai Timur yang mengirimkan 4 orang narasumber.

“Acara diawali dengan pembukaan pukul 16.00 Wita dan dilanjutkan dengan materi sampai dengan pukul 22.00 Wita. Materi yang disampaikan kepada peserta kegiatan, yaitu: Sejarah Palang Merah Internasional dan PMI, Komponem Gerakan, Lambang Gerakan, Prinsip Dasar PM dan BSM Internasional. Setelah itu, peserta beristirahat dan panitia melakukan persiapan untuk kegiatan ‘Pelatihan Ketangkasan dan Keberanian’ (dimulai pukul 24.30–03.00 Wita) lalu pada Sabtu pagi dilanjutkan dengan pelantikan, bakti sosial, dan ditutup dengan bersih-bersih serta apel pada pukul 10.00 Wita,” demikian ungkap Bapak Anmar Agian, salah satu guru pendamping setia kegiatan ini.

Tugas anggota remaja PMI tercakup dalam Tri Bakti PMR :

1. Berbakti kepada masyarakat.

2. Mempertinggi keterampilan serta memelihara kebersihan dan kesehatan.

3. Mempererat persahabatan nasional dan Internasional.

Melalui kegiatan ekstra PMR ini, siswa yang memiliki hobi dan cita-cita menjadi petugas kesehatan serta berminat menjadi relawan dapat menyalurkan minat dan bakat mereka tersebut karena selain menerima materi, mereka juga bisa langsung praktik di sekolah.

Tujuan siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler PMR ini meliputi:

1. Penguatan kualitas siswa (anggota PMR) dan pembentukan karakter.

2. Anggota PMR dapat mengenal berbagai macam obat-obatan (yang harus dan tidak harus          menggunakan resep dokter) dan peralatan medis lainnya.

3. Anggota PMR mampu memberikan pertolongan pertama kepada orang lain yang memerlukan penanganan medis dasar (Darurat Medis).

4. Anggota PMR mampu berorganisasi dengan baik.

5. Anggota PMR dapat membantu meringankan tugas bapak/ibu guru karena penanganan siswa yang sakit di sekolah bisa dilakukan oleh anggota PMR.

6. Anggota PMR dapat meningkatkan keterampilan dan kedisiplinan serta ketulusan dan kejujuran melalui kegiatan ekstrakurikuler ini.

7. Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku hidup sehat bagi teman sebaya.

8. Anggota PMR dapat memberikan motivasi bagi teman sebaya untuk berperilaku hidup sehat.

9. Anggota PMR sebagai pendidik remaja sebaya.

10. Anggota PMR adalah calon relawan masa depan.

Selama ini kegiatan ekstrakurikuler PMR telah berupaya untuk memajukan kualitas maupun kuantitasnya dengan cara sebagai berikut ini.

1.Merekrut anggota baru setiap tahunnya, yakni saat tahun ajaran baru.

2.Mengadakan latihan rutin seminggu sekali.

3.Mengadakan Diklatdas (Pendidikan dan Latihan Dasar) Kepalangmerahan dan mengadakan ujian bagi anggota yang akan mengikuti kenaikan tingkat maupun ketika akan mengambil atribut atau tanda jenjang.

4.Mengadakan latihan persahabatan dengan sekolah lain setiap 1 bulan sekali.

5.Mendatangkan pelatih yang profesional saat kegiatan.

6.Mengadakan kegiatan di alam terbuka dengan menggunakan peralatan media standar, seperti ambulan, drakbar khusus, dan lain-lain.

7.Mengadakan simulasi Penanggulangan Pada Darurat Medis, Sekolah Siaga Bencana.

8.Mengikuti beberapa event lomba yang ada.

9.Menambah peralatan untuk melengkapi alat yang sudah ada.

10.Membiasakan menabung saat latihan dengan cara arisan yang sekaligus berfungsi meningkatkan keaktifan anggota saat latihan.

Itulah suatu upaya “yang sesuatu banget” dari sekolah untuk selalu dilestarikan, demikian ulas koordinator kegiatan ini, Ibu Maya Meysi Susanti,S.Psi.

 

Jumat 13 Oktober 2018

Reported by Aunur Rofiq.

Kategori

Arsip